Senin, 22 Agustus 2011

MEMAHAMI LOGIKA BEKAM

Tulisan ini dan beberapa yang lain aka menysul bersumber dari  buku karangngan Syihab Al-Badri Yasin yang telah diterjemahkan dengan judul “BEKAM Sunnah Nabi & Mu’jizat Medis”
Ditulis ulang oleh Pondok Bekam Indonesia untuk diposting di-web maupun blog yang merupakan support system dari Pondok Bekam Indonesia antaralain : bekamwanitasurabaya | Bekam Surabaya | Klinik Bekam Surabaya | Tempat Bekam di Surabaya | Tempat Terapi Bekam di Surabaya |Pondok Bekam | Rumah Bekam Surabaya | Rumah Bekam |Bekam Surabaya | terpi bekamdisurabaya | bekamdisurabaya | bekam-surabaya | bekamsurabaya |dari  berbagai sumber baik diambil seluruh maupun sebagiannya

BAGIAN-1
BAGAIMANA MEMAHAMI BEKAM
[Sebuah Pengantar dari  Editor]


Bismillahirrohmanirrohiem.
Sebelum saya memulai memberikan pengantar buku ini, saya akan bertanya pada pembaca, “apakah ada pernah mendengar istilah bekam ? Apakah anda pernah di bekam ?”. Berbahagialah anda apaekambila anda menjawab “pernah”. Sebab dari  kuisioner yang ditujukan secara acak kepada kaum muslimin menunjukkan bahwa yang belum mendengar istilah bekam (atau istilah bekam lain yang sejenis) sebanyak 80 % sedangkan, sedangkan yang belum pernah dibekam sebanyak 90 %.

Kenyataan ini sungguh memprihatinkan. Sebab bekam sudah dikenal ribuan tahun yang lalu, bahkan sejak zaman nabi Musa AS, dan berkembang keseluruh dinia hingga saat ini. Di Indonesia bekam sudah sering dipakai untuk pengobatan dengan nama seperti canduk, canthuk, kop, cupping, mambakan dan lainnya. Bekam merupakan terjemahan dari hijamah, dari kata al-hajmu, yang berarti pekerjaan membekam. Al-hijmu bearti menghisap atau menyedot. Sehingga hijamah atau bekam dapat diartikan sebagai peristiwa penghisapan darah dengan alat yang menyerupai tabung, serta mengeluarkannya dari permukaan kulit dengan penyayatan atau penusukan yang kemudian di tampung dalam gelas.

Dilihat sepintas, tampaknya pengobatan dengan metode bekam tidak memberikan manfaat apa-apa, bahkan terkesan kuno, irasional dan mengada-ada. Apabila dibandingkan dengan pengobatan medis barat yang memakai obat-obatan sintetik serta pembedahan yang memerlukan biaya mahal. Bekam lebih praktis, tanpa efek samping, murah dan bisa mengatasi banyak penyakit yang tidak bisa ditangani oleh kedokteran barat.

bekamwanitasurabaya
Memang, sekarang ini segala sesuatu yang berbau “barat” yang didominasi oleh orang Nasrani dan Yahudi tampak indah menyenangkan dan menyembuhkan. Ini memang usaha mereka untuk menjauhkan kaum Muslimin dari kitab-Nya Al-Qur’an. Mereka mengetahui bahwa apabila kaum Muslimin berpegang teguh pada ajaran-Nya, pastilah mereka akan jaya dan menguasai dunia, seperti yang pernah dialami umat Islam pada abad ke 8 hingga 12 Masehi, dimana saat itu ilmu kedokteran berkembang menguasai daratan Eropa, sehingga muncullah dokter-dokter Muslim dengan kedokteran Islamnya, seperti ‘Ali ‘Abbas Al-Majusi, Abu Bakar Ar-Rozi, Al-Birubi,  Ibnu Sina, Az-Zahrowi, Ibnu Maimun, Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah, dan lain-lainnya.

Ditulis ulang oleh Pondok Bekam Indonesia untuk diposting di-web maupun blog yang merupakan support system dari Pondok Bekam Indonesia antaralain : http://bekamwanitasurabaya.blogspot.com/|Bekam Surabaya | Klinik Bekam Surabaya | Tempat Bekam di Surabaya | Tempat Terapi Bekam di Surabaya |Pondok Bekam | Rumah Bekam Surabaya | Rumah Bekam |Bekam Surabaya | terpi bekamdisurabaya | bekamdisurabaya | bekam-surabaya | bekamsurabaya |dari  berbagai sumber baik diambil seluruh maupun sebagiannya

Padahal saat itu kaum Nasrani sendiri sulit untuk meningkatkan keilmuannya, karena terhambat dengan  pendapat gereja yang menyebut pengetahuan modern bertentangan dengan bibel. Sehingga yang berbeda dengan bibel dianggap menentang bibel. Sebab walaupun didalam bibel tidak ada yang menghukum para ilmuwan, namun prakteknya banyak ilmuwan yang berseberangan dengan gereja. Bahkan orang yang menentang pendapat gereja akan dihukum seperti yang telah dilakukan pada Galille yang dituntut hanya karena ia mengikuti penemuan Coppernicus tetang peredaran bumi. Galille kemudian dihukum dengan alasan menafsirkan bibel secara keliru. Inilah yang menyebabkan kaum Nasrani beramai-ramai menginggalkan agama mereka,  sehingga mereka bisa memajukan sains dan kedokteran. Sementara saat ini banyak kaum muslimin yang meninggalkan ajarannya, termasuk dalam bidang kedokteran. Kaum muslimin hanya berkutat pada ibadah harian, shalat, puasa dan haji, sehingga sains dan kedokteran dikuasai sepenuhnya oleh orang-orang nasrani dan yahudi, karena itu umat Islam tertinggal dalam segala bidang termasuk bidang kedokteran.
“Kaum Muslimin,  meninggalkan agamanya, mereka jadi tertinggal, dan orang-orang nasrani meninggalkan agamanya, mereka jadi maju.”

bekamwanitasurabaya

Kaum Muslimin jarang sekali yang mau mendalami ilmu kedokteran warisan Nabi SAW yang sangat lengkap. Diantara sebagian kedokteran warisan Nabi yang dilupakan itu adalah Bekam. Bahkan mendengarpun belum pernah. Malahan ilmu bekam diserahkan ke dunia barat, sehingga mereka melakukan penelitian dan pembuktian terus-menerus, yang akhirnya mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari, walaupun mereka tidak menamakannya Bekam. Tetapi tetap memakai prinsip kerja Bekam;  menyedot darah dan menggumpulkannya dan mengeluarkannya, tentunya dengan teknik dan teknologi canggih. Hingga muncullah ahli Bekam dari negara barat, seperti DR. Micheal Reed Gech dari California dengan bukunya Poten Poins, a Guide to Self Cade for Common Ailment (Titik-titik Berkhasiat sebagai Panduan Perawatan Diri dan Pengobatan Penyakit yang Umum), atau penelitian Kohler D (1990) dengan bukunya The Connectif Tissue as The Physical Medium for Conduction of Healing Energy in Cupping Therapeutic Method (Jaringan Ikat sebagai Media Fisik untuk Menghantarkan Energi Pengobatan Dengan Bekam), atau tulisan Thomas W Anderson (1985) yang berjudul 100 Diseases Treated by Cupping Method (100 penyakit yang dapat diobati dengan bekam), yang ternyata sesuai dengan hadits Nabi  600 Masehi yang diriwayatkan At-Thobroni,  bahwa pembekaman pada satu poin disekitar tengkuk saja dapat menyembuhkan 72 penyakit. Rasulullah SAW bersabda : “Hendaklah kalian semua melakukan pembekaman di tengan tengkuk, karena sesungguhnya hal itu merupakan obat dari 72 (tujuh puluh dua) penyakit”.

bekamwanitasurabaya
Ketika  kaum Muslimin mengatahui hal ini, mereka terheran-heran dan mengagung-agungkan bahwa itulah methode pengobatan barat yang canggih. Padahal, ketahuilah itu adalah ilmu yang mereka tinggalkan dan diserahkan kepada orang-orang barat, seperti yang disampaikan Imam Syafi’i yang menyayangkan keteledoran kaum Muslimin terhadap ilmu kedokteran. Beliau mengatakan “
“Mereka (kaum muslimin) mengabaikan sepertiga ilmu dan menyerahkannya kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani”.

Bersambung ke bagian-2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar